Peran Gender dalam Arsitektur Minangkabau

Seperti yang kita ketahui, kehidupan di Minangkabau terutama dikembangkan oleh kaum perempuan, hal ini ada kaitannya dengan aturan adat dimana tanah diwariskan kepada garis keturunan ibu. 

Pada awalnya sebidang tanah dimiliki oleh 1 keturunan (a), jika dia memiliki dua anak perempuan maka tanah itu di bagi dua (b), pada generasi berikutnya (a1,a2,b1,b2) tanah yang dimiliki oleh beberapa keturunan yang luasnya semakin kecil. Akhirnya tanah tersebut tidak produktif lagi untuk pertanian karena hanya bisa dipakai  untuk bangunan. Tanah yang tadinya untuk pertanian, sekarang berubah menjadi rumah-rumah/bangunan. Anak laki-laki tidak bisa mewarisi tanah atau rumah dan hidup di rumah istrinya masing-masing sebagai orang  pendatang. a) Awal keturunan, b) generasi ke dua, c) generasi ke tiga dst.

 

Ilmu Pengetahuan Minangkabau Tempo Dulu

Berdasarkan kajian sosio-lingustik dan sosiologi tersebut, masyarakat Minangkabau secara umum dapat dikatakan sebagai masyarakat akademis.

Beberapa indikasi untuk itu adalah sebagai berikut :

1. Penggunaan angka-angka

Bagi masyarakat minangkabau tidak hanya sebagai penghitung dan pembatas sebuah bilangan atau penjumlahan, tetapi sekaligus juga sebagai pembeda yang satu dengan yang lain. Orang minangkabau mengenal sistem perimbangan dengan angka-angka yang genap seperti dua, tiga, empat, dstnya. Bilangan empat merupakan perimbangan antara dua dan dua. Hal ini banyaj ditemukan dalam sistem adatdan bahasa yang mereka pakai sampai sekarang yaitu koto nan ampek (untuk tempat), urang nan ampek (untuk fungsi manusia), kato nan ampek (untuk bahasa dan hukum), indak tahu dinan ampek (untuk etika dan moral), sahabat na ampek (untuk music, saluang), dan banyak lagi.

Rumah Gadang Minangkabau

Rumah Gadang atau Rumah Godang adalah nama untuk rumah adat Minangkabau yang merupakan rumah tradisional dan banyak di jumpai di provinsi Sumatera Barat, Indonesia. Rumah ini juga disebut dengan nama lain oleh masyarakat setempat dengan nama Rumah Bagonjong atau ada juga yang menyebut dengan nama Rumah Baanjuang.

Rumah dengan model ini juga banyak dijumpai di Negeri Sembilan, Malaysia. Namun tidak semua kawasan di Minangkabau (darek) yang boleh didirikan rumah adat ini, hanya pada kawasan yang sudah memiliki status sebagai nagari saja Rumah Gadang ini boleh didirikan. Begitu juga pada kawasan yang disebut dengan rantau, rumah adat ini juga dahulunya tidak ada yang didirikan oleh para perantau Minangkabau.

Sistem Kekerabatan di Minangkabau

Pada zaman ini banyak putra –putri minang yang tidak mengetahui tentang sistem kekerabatan serta peran dan kedudukan mereka dalam kaum.Hal ini tentu sangat menyedihkan mengingat mereka adalah generasi penerus yang diharapkan dapat mengangkat dan mengharumkan nama minang.Tapi bagaimana hal itu dapat terjadi jika mereka sendiri kurang mengetahui tentang sistem kekerabatan yang berlaku di nagari mereka sendiri. Hal ini dapat disebabkan oleh banyak faktor salah satunya yaitu minimnya pengetahuan yang mereka dapatkan tentang sistem kekerabatan yang ada di Minang .Untuk itulah makalah ini hadir sebagai salah satu sumber informasi bagi para generasi muda minang khususnya, yang kurang mengetahui mengenai seluk beluk sistem kekerabatan yang ada di Minangkabau.

Minangkabausiana

Support

Hubungi Kami

Perpustakaan dan Kearsipan

Provinsi Sumatera Barat

Jl.Diponegoro No.4 Padang

Sumatera Barat, Indonesia

P: (0751) 21607 Fax. 0751-35646

JoomShaper